KEBAIKAN SEPANJANG TAHUN Dapatkan Kalender 2012 M / 1433 H ISTANA YATIM, hanya Rp.20,000,- (Ongkir via TIKI), pesan minimal 3 ( soalnya sayang kalo cuma 1, ongkirnya sama aja ama 3). kalender berisikan penanggalan masehi + hijriah, fhoto documentasi kegiatan santri & Tausyiah agama. Dana kalender ini akan digunakan…
LELANG SERAGAM SANTRI Seragam santri- santri ISTANA YATIM sudah Genap 2 tahun, sudah terlihat sangat lusuh dan kekecilan, menjelang idul adha kemarin sempat saya posting perihal seragam untuk mereka namun dana yang masuk rupanya belum cukup untuk memberikan mereka seragam, mungkin karena kebanyakan jama’ah dan donatur sedang terpecah focus kepada…
Berita gembira bagi Tweeple, Tweetheart, Twebay dan Twitter atau apapun istilah pengguna istilah user twitter lainnya, dalam rangka memaksimalkan kemajuan technologi untuk tujuan berdakwah dan kepedulian terhadap yatim piatu dan dhu'afa, maka kini anda bisa ikut dalam group twitter ISTANA YATIM, insya Allah secara rutin setiap harinya anda akan…
Pondok Cabe | 14.03.2011
Pondok Cabe | 13.03.2011
Pondok Cabe | 25.02.2011
Pondok Cabe | 10.01.2011
Pondok Cabe | 28.02.2011
RGBThemes| 10.08.2010
Adimistrator| 10.08.2010
Heroboy| 10.08.2010
ipsum | 10.08.2010

Teman sejati, hmm…susah-susah gampang, gampang-gampang susah.
Katanya sih, teman sejati itu teman dalam suka dan duka. Tapi sebetulnya, ada lagi ciri-ciri teman sejati yaitu apabila kamu salah, dia mau mengingatkan. Begitu sebaliknya apabila dia salah, sebagai teman yang baik kamu juga mau mengingatkan dia. Dia pun juga harus mau diingatkan. Jadi timbal balik gitu deh.
Dalam berteman, jangan cuma mencari sosok yang maunya dipuji-puji saja. Giliran diingatkan ketika dia salah, eh… malah mencak-mencak dan menuding balik pada yang mengingatkan. Begitu pun dengan diri kamu. Kamu tak butuh teman yang bisanya cuma menyanjung. Tapi kamu butuh teman yang selalu ada untuk mengingatkan apabila kamu lalai dan alpa.
Banyak di luar sana, mereka yang mengaku-aku teman. Namun anehnya, dia suka sekali menghina-dina. Alasannya sih bercanda. Bercanda kok terus. Mulai dari menghina keluargamu, menghina sekolahmu, sampai-sampai menghina gaya kamu berpakaian. Apalagi bila temanmu ini dibesarkan dalam lingkungan yang menganggap dia itu istimewa. Jadi deh, orang lain dianggapnya remeh dan dengan enaknya dia menghina kamu sebagai teman.
Gimana donk kalau kamu menemukan teman dengan karakter ini? Gak masalah. Jangan panik. Yang namanya manusia itu diciptakan dengan berbagai karakter dan latar belakang. Sekarang tinggal komitmen kalian aja, apakah mau untuk saling menasihati atau tidak. Kalau dia dinasihati tapi malah ngamuk-ngamuk, ya sudahlah. Toh, teman bukan Cuma dia. Paling-paling selama ini dia yang memanfaatkan kamu dan kamu tidak mendapat manfaat apa-apa dari dia selain sakit hati.
Dia tukang nyontek, dia tukang numpang tenar karena kamu pintar di kelas, dia tukang caper (cari perhatian) karena guru-guru sering memperhatikan kamu yang cerdas dan selalu bisa menjawab soal di kelas, dll. Apa yang kamu dapat dari dia? Nothing. Kecuali dia akan menghinamu bila tidak mendapat apa yang diinginkan darimu.
…Jadikan teman bahkan sahabat dalam kebaikan, orang yang bisa mengingatkan dan diingatkan bila melakukan kesalahan...
Walah….udah deh, mending kamu cari teman yang bisa diajak untuk menuju kebaikan bersama. Gak usah silau dengan materi yang dia punya. Toh itu semua adalah fana. Bila dia marah dan menyebarkan black campaign alias menjelek-jelekkan kamu ke setiap orang yang ditemui, biar saja. Tidak usah dibalas. Lapangkan hatimu dengan cara mendoakan dia agar segera mendapatkan hidayah dan kembali ke jalan yang benar. Yakinlah, Allah Mahatahu apa yang ada di dalam hati setiap hamba-Nya. Kamu yang berniat tulus mendoakan, insya Allah semoga sampai doamu itu dan temanmu itu bisa berubah menjadi lebih baik.
Selanjutnya, masih banyak di luar sana bertebaran sosok-sosok yang lebih kayak kamu jadikan teman bahkan sahabat. Teman yang bisa diajak bergandeng tangan dalam kebaikan. Teman yang bisa mengingatkan dan diingatkan bila melakukan kesalahan. Teman yang benar-benar teman bukan sekadar memanfaatkan posisimu demi keuntungan dia pribadi. Nah, selamat mencari teman sejati ya ^_^ [ria fariana/voa-islam.com]
Siapapun pasti kenal tempe. Makanan ekonomis yang selalu ada di setiap menu makanan kita. Namun tak banyak orang tahu khasiat di balik makanan yang rasanya yang lezat, harganya murah dan mudah didapat ini.
Tempe sering dijumpai di rumah maupun di warung-warung, sebagai lauk dan pelengkap hidangan. Tapi tempe tenyata bukan hanya sekedar makanan sederhana. Tempe memiliki kandungan dan nilai cerna yang lebih baik dibandingkan dengan kedelai.
Tempe adalah makanan hasil fermentasi antara kedelai dengan jamur Rhizopus Oligosporus.Pada tempe terjadi peningkatan nilai gizi kurang lebih 2 kali lipat setelah kedelai difermentasi menjadi tempe, seperti kadar vitamin B2, vitamin B12, niasin, dan asam pantorenat. Bahkan hasil analisis, gizi tempe menunjukkan kandungan niasin sebesar 1.13 mg/100 gram berat tempe yang dapat dimakan.Karena kadar niasin pada kedelai hanya berkisar 0,58 mg, tempe, dapat dikonsumsi dalam tiga bentuk utama.
Sepotong tempe mengandung berbagai unsur bermanfaat, seperti karbohidrat, lemak, protein, serat, vitamin, enzim, daidzein, genisten, serta komponen antibakteri bermanfaat untuk kesehatan. Oleh karena itu, Tempe disebut makanan segala umur, karena sangat baik untuk diberikan kepada bayi hingga lansia
Sebagai Pencegah Anemia & Osteoporosis
Tempe dipercaya bermanfaat untuk mencegah anemia dan osteoporosis, dua penyakit yang banyak diderita wanita, sebab kodrat wanita yang harus mengalami haid, hamil serta menyusui bayi.
Penyakit anemia ini dapat menyerang wanita yang malas makan, karena takut gemuk, sehingga persediaan dan produksi sel-sel darah merah dalam tubuh yang menurun.
Tempe juga dapat berperan sebagai pemasok mineral, vitamin B12 (yang terdapat pada pangan hewani), dan zat besi yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah. Selain itu, tempe juga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Senyawa protein, asam lemak PUFA, serat, niasin, dan kalsium di dalam tempe dapat mengurangi jumlah kolesterol jahat.
Mencegah Kanker Payudara dan Penuaan
Di dalam tempe juga ditemukan suatu zat antioksidan dalam bentuk isofalvon. Seperti halnya vitamin C, E dan karotenoid, isoflavon merupakan antioksidan yang sangat dibutuhkan tubuh untuk menghentikan reaksi pembentukan radikan bebas. Dalam kedelai terdapat tiga jenis isoflavon, yaitu daidzein, glisitein, dan genistein. Pada tempe, di samping ketiga jenis isoflavon tersebut juga terdapat antioksidan faktor II (6,7,4 trihidroksi isoflavon) yang mempunyai sifat antioksidan paling kuat dibandingkan dengan isoflavon dalam kedelai.
Penelitian yang dilakukan di Universitas North Carolina, Amerika Serikat, menemukan bahwa genestein dan phytoestrogen yang terdapat pada tempe ternyata dapat mencegah kanker prostat, payudara dan penuaan (aging).Antioksidan ini disentesis pada saat terjadinya proses fermentasi kedelai menjadi tempe oleh bakteri Micrococcus leteus dan Coreyne bacterium.
Menghambat proses penuaan dini pada wanita
Selain kegunaan isoflavon diatas, ternyata zat anti oksidan yang satu ini juga terbukti mampu menghambat proses penuaan dini khususnya untuk wanita menjelang masa menapause. Hal ini diperkuat dengan riset yang dilakukan staf pengajar Fakultas Kedokteran Undip Semarang, Dr dr Prasetyowati SpKK yang menguji sekitar 30 responden wanita yang diminta mengkonsumsi kapsul berisi ekstrak isoflavon kedelai tempe selama tiga bulan.
Dari hasil yang dicatat, ternyata kulit mereka lebih kenyal dibandingkan dengan responden yang tidak diberi ekstrak isoflavon.
Menurut Prasetyowati hormon ekstrogen dalam isoflavon kedelai bisa menghambat penuaan. Selain itu mengonsumsi kedelai untuk menjaga kecantikan selain murah juga aman, dibanding bahan kimiawi yang menjanjikan hasil cepat namun beresiko.
Wanita paruh baya setiap hari paling tidak membutuhkan 50-100 miligram isoflavon. Bila setiap 60 gram tempe mengandung 10 mg isoflavon, maka perempuan pada usia senja harus lebih banyak mengonsumsi tahu dan tempe.
Ia menambahkan khasiat isoflavon bukan hanya berguna bagi wanita, namun mengkonsumsi makanan mengandung isoflavon bisa mencegah kanker prostat pada pria.
Jadi, wanita dan pria yang memasuki usia 40 tahuan, disarankan lebih banyak makan tahu dan tempe atau buah bengkoang yang juga kaya akan isoflavon.
Manfaat Tempe antara lain :
1. Protein yang terdapat dalam tempe sangat tinggi, mudah dicerna sehingga baik untuk mengatasi diare.
2. Mengandung zat besi, flafoid yang bersifat antioksidan sehingga menurunkan tekanan darah.
3. Mengandung superoksida desmutase yang dapat mengendalikan radikal bebas, baik bagi penderita jantung.
4. Penanggulangan anemia. Anemi ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin karena kurang tersedianya zat besi (Fe), tembaga (Cu), Seng (Zn), protein, asam folat dan vitamin B12, di mana unsur-unsur tersebut terkandung dalam tempe.
5. Anti infeksi. Hasil survey menunjukkan bahwa tempe mengandung senyawa anti bakteri yang diproduksi oleh karang tempe (R. Oligosporus) merupakan antibiotika yang bermanfaat meminimalkan kejadian infeksi.
6. Daya hipokolesterol. Kandungan asam lemak jenuh ganda pada tempe bersifat dapat menurunkan kadar kolesterol.
7. Memiliki sifat anti oksidan, menolak kanker.
8. Mencegah masalah gizi ganda (akibat kekurangan dan kelebihan gizi) beserta berbagai penyakit yang menyertainya, baik infeksi maupun degeneratif.
9. Mencegah timbulnya hipertensi
10. Kandungan kalsiumnya yang tinggi, tempe dapat mencegah osteoporosis.
(Syahidah/dbs)S
Kelembutan memberikan pengaruh besar dalam sebuah rumah tangga. Anugrah Allah yang satu ini, yang biasanya menjadi hak milik para istri, akan selalunya memberikan sebuah kebahagiaan. Kelembutan berarti berarti bersabar memahami orang lain, Kelembutan berarti ikhlas dalam senyum menerima apapun yang terjadi dan mewujudkannya dalam sikap yang terbaik, kelembutan berarti membalas betapapun sakitnya perlakuan orang lain dengan sebuah pembalasan yang justru dapat membahagiakannya. Kelembutan juga berarti menegur kesalahan dan menyatakan kesalahan orang lain tanpa harus menyakiti.
Absennya sikap ini membuat semuanya seringkali kacau, betapa tidak, walaupun seseorang mempunyai niat baik yang besar sekalipun dalam memulai sesuatu, namun jika hal tersebut disampaikan dengan cara yang kasar, maka akhirnya akan pasti tidak membahagiakan.
Ingatkah kita kisah tentang Rosululloh SAW yang selalu diludahi oleh seorang yahudi, yang mana Rosululloh SAW tidak pernah membalasnya dengan tindakan yang sama, malahan ketika si yahudi jatuh sakit, beliau SAW membalasnya dengan menjenguk si yahudi ke rumahnya.
--------------------- Lanjutannya ----------------------
Oleh: Badrul Tamam
Segala puji bagi Allah yang memiliki kehendak yang sempurna. Dia melakukan apa yang dikehendaki-Nya. Lalu apa yang Dia kehendaki dari sesuatu pasti terjadi. Sebaliknya, yang tak dikehendaki oleh-Nya, tak akan terjadi.
Gugurnya mujahidin dalam jihad tidak lepas dari kehendak Allah di atas dan masuk dalam keumuman firman-Nya,
وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَنْ تَمُوتَ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ كِتَابًا مُؤَجَّلا
"Sesuatu yang bernyawa tidak akan mati melainkan dengan izin Allah, sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya." (QS. Ali Imran: 145) Artinya, tidak seorangpun yang meninggal kecuali dengan takdir Allah, dan sehingga sempurna waktu yang telah ditetapkan Allah untuknya. Oleh karena itu Allah berfirman, "Sebagai ketetapan yang telah ditentukan waktunya."
Syaikh Abu Bakar Jabir al-Jazairi dalam tafsirnya, Aisar Tafasir, juga menjelaskan bahwasanya kematian seseorang terjadi dengan izin Allah sebagai pencipta dan pemiliknya yang hakiki. Sehingga tak seorang pun meninggal tanpa sepengetahuan-Nya. Malaikat maut juga tak akan mencabut nyawa seorang pun sebelum Allah mengizinkannya untuk melakukan itu. Lain dari pada itu, kematian setiap manusia telah tercatat tanggalnya, lebih rinci lagi sampai tercatat hari dan jamnya, pada kitab khusus yang tak mungkin akan maju atau mundur karena satu kondisi. Semua ini merupakan hakikat yang wajib diketahui.
Lebih dari itu, Syaikh Abdurrahman bin Nashir al-Sa'di dalam tafsirnya menerangkan, siapa saja yang telah sampai ketetapan takdir kematiannya pasti ia akan mati walau tanpa sebab. Sebaliknya, siapa yang ingin kematian walau ia melakukan berbagai sebab, maka semua itu tidak bisa mematikannya sebelum sampai ajalnya. Semua itu dikarenakan Allah telah memutuskan, menetapkan, dan menuliskannya sampai ajal tertentu, "Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukan (nya)." (QS. Yunus: 49)
siapa saja yang telah sampai ketetapan takdir kematiannya pasti ia akan mati walau tanpa sebab. Sebaliknya, siapa yang ingin kematian walau ia melakukan berbagai sebab, maka semua itu tidak bisa mematikannya sebelum sampai ajalnya.
Maka sesungguhnya kematian yang menimpa seorang mujahid di medan jihad adalah karena Allah mengizinkannya meninggal, dan sudah sampai batas umurnya. Bukanlah kehebatan musuh yang mencabut nyawanya. "Jihad dan medan peperangan tidaklah menyegerakan ajal seorang hamba. Sementara lari dari jihad tidak pula mengakirkannya." (Dinukil dari Aisar Tafasir)
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, "Dalam ayat ini terdapat motifasi dan dorongan bagi para penakut untuk berperang (berjihad). Karena maju berperang atau lari darinya tidak mengurangi jatah umur dan tidak pula menambahnya."
Lebih dari itu, bahwa dalam kematian mujahid terdapat hikmah yang Allah kehendaki pada keputusan-Nya tersebut, "Dan supaya sebagian kamu dijadikan-Nya (gugur sebagai) syuhada." (QS. Ali Imran: 140)
Bagaimana seseorang bisa mendapatkan derajat syuhada' kalau dia tidak meninggal dan terbunuh di medan jihad? Dan bagaimana seseorang bisa terbunuh di medan jihad, kalau dia menjauh dari bumi jihad? Padahal mati syahid merupakan jalan besar untuk masuk surga. Sehingga tepatlah pertanyaan Allah kepada orang-orang yang merindukan surga tapi takut berjihad karena takut mati atau terbunuh di dalamnya. Padahal surga tidak dimasuki kecuali oleh orang-orang yang mati terlebih dahulu.
أَمْ حَسِبْتُمْ أَنْ تَدْخُلُوا الْجَنَّةَ وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ وَيَعْلَمَ الصَّابِرِينَ
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antaramu, dan belum nyata orang-orang yang sabar." (QS. Ali Imran: 142)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
وَاعْلَمُوا أنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلالِ السُّيُوفِ
"Ketahuilah bahwasanya surga itu berada di bawah kilatan pedang." (HR. al-Bukhari dan Muslim)
Gugur Pada Jalan Jihad Itu Lebih Baik
Sesungguhnya kematian adalah sesuatu yang pasti. Setiap yang bernyawa harus merasakannya. Setiap yang tinggal di muka bumi harus mati. Tak seorangpun bisa menghindar darinya. Allah Ta'ala berfirman, "Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati." (QS. Ali Imran: 185)
Sedangkan kematian di jalan Allah atau terbunuh di dalamnya adalah lebih baik, seandainya mereka tahu dan meyakininya, dari apa saja yang mereka kumpulkan di dunia ini yang karenanya mereka meninggalkan jihad disebabkan takut mati dan terbunuh.
Allah ta'ala berfirman,
وَلَئِنْ قُتِلْتُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ مُتُّمْ لَمَغْفِرَةٌ مِنَ اللَّهِ وَرَحْمَةٌ خَيْرٌ مِمَّا يَجْمَعُونَ
"Dan sungguh kalau kamu gugur di jalan Allah atau meninggal, tentulah ampunan Allah dan rahmat-Nya lebih baik (bagimu) dari harta rampasan yang mereka kumpulkan." (QS. Ali Imran: 157)
Imam Ibnu Katsir berkata, "Firman Allah ini mengandung makna bahwa terbunuh di jalan Allah (jihad) dan juga meninggal (di dalamnya) merupakan sarana mendapatkan rahmat Allah, ampunan dan keridhaan-Nya. Dan itu lebih baik daripada tetap tinggal di dunia dan mengumpulkan semua kemewahannya yang fana."
Maka anggapan orang munafik yang materialistik, bahwa gugur dan meninggal di medan jihad merupakan keburukan. Dan karena kebenciannya kepada Islam dan syariatnya sehingga ia senantiasa menunggu-nunggu hal itu menimpa mujahidin. Maka Allah memerintahkan kepada Nabi-Nya untuk membantah keyakinan mereka:
قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَا إِلَّا إِحْدَى الْحُسْنَيَيْنِ
"Katakanlah: "tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan." (QS. Al-Taubah: 52) Maksudnya satu dari dua kebaikan adalah kemenangan terhadap musuh dan mendapatkan ganjaran duniawi dan ukhrawi; atau mendapatkan kesyahidan yang merupakan derajat tertinggi dan kedudukan termulia makhluk di sisi Allah.
Karena itu, gugur di medan jihad tidak perlu ditakutkan karena dia bukan keburukan dan perbuatan tercela. Bahkan seharusnya diperebutkan oleh orang-orang yang berlomba-lomba menuju Allah dan surga-Nya.
Karena itu, gugur di medan jihad tidak perlu ditakutkan karena dia bukan keburukan dan perbuatan tercela. Bahkan seharusnya diperebutkan oleh orang-orang yang berlomba-lomba menuju Allah dan surga-Nya. Karena dengannya Allah membeli kehidupannya yang pendek dan fana yang penuh dengan sesuatu yang menjengkelkan, musibah dan sakit, dengan kehidupan abadi yang kenikmatannya tak terputus dan tak lagi ada penderitaan dan rasa sakit. Allah Ta'ala berfirman,
إِنَّ الله اشترى مِنَ المؤمنين أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الجنة يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ الله فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْداً عَلَيْهِ حَقّاً فِي التوراة والإنجيل والقرآن وَمَنْ أوفى بِعَهْدِهِ مِنَ الله فاستبشروا بِبَيْعِكُمُ الذي بَايَعْتُمْ بِهِ وَذَلِكَ هُوَ الفوز العظيم
"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Qur'an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jualbeli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." (QS. Al-Taubah: 111)
Allah mengabarkan tentang kondisi para syuhada', keutamaan dan kemuliaan mereka, serta karunia dan kebaikan yang Allah berikan kepada mereka:
وَلَا تَحْسَبَنَّ الَّذِينَ قُتِلُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَمْوَاتًا بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ يُرْزَقُونَ فَرِحِينَ بِمَا آَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ وَيَسْتَبْشِرُونَ بِالَّذِينَ لَمْ يَلْحَقُوا بِهِمْ مِنْ خَلْفِهِمْ أَلَّا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ يَسْتَبْشِرُونَ بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ وَأَنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُؤْمِنِينَ
"Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur di jalan Allah itu mati; bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki. Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal di belakang yang belum menyusul mereka, 'bahwa tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.' Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia yang besar dari Allah, dan bahwa Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang beriman." (QS. Ali Imran: 169-171)
Para syuhada' tidaklah mati seperti yang mereka kira sehingga kehilangan rizki dan kenikmatan hidup. Padahal hal inilah yang membuat banyak orang khawatir, para pengecut takut berperang dan tidak rindu syahid. Tapi mereka hidup mulia di sisi Allah Allah dengan mendapatkan berbagai kenikmatan yang tidak akan diketahui nikmatnya kecuali oleh yang merasakannya.
Allah menyempurnakan anugerah nikmat kepada mereka dengan mengabungkan antara nikmat badan berupa rizki dengan nikmat hati dan ruh dalam bentuk kebahagiaan terhadap karunia yang dianugerahkan kepada mereka. Sehingga sempurnalah kenikmatan dan kebahagiaan mereka.
Bau Darah Orang Mati Syahid
Orang yang mati syahid merupakan manusia yang paling tinggi kedudukannya. Pahala amalnya tetap mengalir sehingga ia dibangkitkan. Bau darahnya sewangi kesturi.
Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, “Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya! Tidaklah seseorang terluka di jalan Allah -dan Allah lebih tahu siapa yang terluka di jalanNya- melainkan dia akan datang pada hari kiamat dengan darah yang berwarna darah (merah) sedangkan baunya seharum kesturi.” (HR. Bukhari)
Dr. Abdullah Azzam menyampaikan, “Subhanallah! Sungguh kita telah menyaksikan hal ini pada kebanyakan orang yang mati syahid. Bau darahnya seperti aroma misk (minyak kasturi). Dan sungguh di sakuku ada sepucuk surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid (Al Syahid, insya Allah)- dan telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti kesturi.” (Kado Istimewa Untuk Sang Mujahid, karya Syaikh Dr. Abdullah Azzam)
Dan sungguh di sakuku ada sepucuk surat-diatasnya ada tetesan darah Abdul wahid (Al Syahid, insya Allah)- dan telah tinggal selama 2 bulan, sedangkan baunya wangi seperti kesturi. (DR. Abdullah Azam)
Di Manakah Arwah Syuhada'?
Arwah para syuhada' ditempatkan di surga Firdaus yang tertinggi. Hal ini didasarkan pada hadits Rasullullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang bersabda kepada Ummu Haritsah binti Nu’man -putranya gugur di perang badar-ketika dia bertanya kepada beliau (tentang nasib putranya): “Di mana dia?” Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: ”Sesungguhnya dia ada disurga Firdaus yang tinggi.” (HR. Al Bukhari)
Dalam Shahih Muslim, dari Masyruq rahimahullah, berkata: "Kami bertanya kepada Abdullah tentang ayat ini (QS. Ali Imran: 169)
Dia menjawab, "Adapun kami telah bertanya (kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallam) tentang hal, lalu beliau menjawab: "Sesungguhnya ruh-ruh para syuhada’ itu ada di dalam tembolok burung hijau. Baginya ada lentera-lentera yang tergantung di 'Arsy. Mereka bebas menikmati surga sekehendak mereka, kemudian singgah pada lentera-lentera itu. Kemudian Rabb mereka memperlihatkan diri kepada mereka dengan jelas, lalu bertanya: “Apakah kalian menginginkan sesuatu?” Mereka menjawab: “Apalagi yang kami inginkan sedangkan kami bisa menikmati surga dengan sekehendak kami?” Rabb mereka bertanya seperti itu sebanyak tiga kali. Maka tatkala mereka merasa bahwasanya mereka harus minta sesuatu, mereka berkata, “Wahai Rabb kami! kami ingin ruh kami dikembalikan ke jasad-jasad kami sehingga kami dapat berperang di jalan-Mu sekali lagi. “Maka tatkala Dia melihat bahwasanya mereka tidak mempunyai keinginan lagi, mereka ditinggalkan.” (HR. Muslim)
Imam al Darimi dalam Sunannya meriwayatkan dari Masyruq, dia berkata: "Kami telah bertanya kepada Abdullah tentang arwah para syuhada'. Kalau bukan Abdullah, maka tak seorangpun yang menyampaikannya kepada kami. Dia (Abdullah) berkata, "Arwah para syuhada' di sisi Allah pada hari kiamat berada di perut burung hijau. Dia memiliki lentera-lentera yang tergantung di 'Asry. Dia terbang di dalam surga ke mana saja yang dikehendakinya. Kemudian dia kembali ke lentera-lentera tadi, lalu Rabb mereka memuliakan mereka dengan berkata: "Apakah kalian menginginkan sesuatu? Mereka menjawab: "tidak, kecuali kami dikembalikan lagi ke dunia sehingga kami terbunuh (mati syahid di jalan Allah ) untuk kesekian kali."
Imam an Nawawi dalam Syarh Shahih Muslim menyebutkan, ". . . ketika mereka tahu harus meminta, mereka meminta agar ruh mereka di kembalikan ke jasad-jasad mereka untuk berjihad lagi atau untuk mencurahkan jiwanya di jalan Allah Ta'ala dan merasakan nikmatnya (gugur) di jalan Allah." Walahu A'lam
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah mengetahui kenikmatan yang diperoleh para syuhada'. Karenanya beliau pernah menyampaikan keinginannya untuk gugur di jalan Allah dalam sabdanya: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, sungguh aku berkeinginan meninggal di jalan Allah, kemudian dihidupkan lagi, lalu terbunuh, lalu dihidupkan lagi, lalu terbunuh." (HR. Al Bukhari)
Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (rasa sakit) pembunuhan kecuali sebagaimana seorang di antara kalian merasakan (sakitnya) cubitan. (al Hadits)
Kematian Di Jalan Allah Tidak Seseram yang Dibayangkan
Sesungguhnya kematian di jalan Allah tidak seseram yang kita bayangkan. Banyak hadits dan kisah yang memaparkan bahwa para syuhada' tidak merasakan sakit berlebih ketika menemui kesyahidan, kecuali seperti tercubit.
Disabdakan oleh Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, “Orang yang mati syahid itu tidak merasakan (rasa sakit) pembunuhan kecuali sebagaimana seorang di antara kalian merasakan (sakitnya) cubitan.” (HR. Ahmad, At Tirmidzi, An Nasa’i – hadits hasan)
Karennya, masih takutkah kita untuk berjihad fi sabilillah dan menemui kesyahidan di jalan Allah?
[PurWD/voa-islam.com]
ZAWIYA, LIBYA ( voa-islam.com) - Para demonstran pro demokrasi Libya telah mengambil alih beberapa kota di bagian barat yang mati-matian dipertahankan rezim Kadhafi ketika mereka berusaha untuk merebut ibu kota Tripoli.
Kota utama, termasuk Zawiya, sekitar 50 kilometer barat Tripoli, direbut pada hari Ahad (27/02/2011) menyusul pembebasan dari sejumlah kota di wilayah timur, AFP melaporkan.
Pasukan dan tentara bayaran asing yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Kadhafi telah meninggalkan Nalut, sebuah kota 235 kilometer barat Tripoli, menurut laporan.
Para pengunjuk rasa kini berencana untuk pawai di Tripoli dimana Kadhafi bersembunyi setelah mereka membebaskan bagian paling timur negara itu.
..Pasukan dan tentara bayaran asing yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Kadhafi telah meninggalkan Nalut, sebuah kota 235 kilometer barat Tripoli..
Para pemimpin protes telah menetapkan suatu "dewan nasional" di wilayah timur yang dibebaskan dan mendesak tentara Libya untuk membantu mereka mengendalikan Tripoli. Mereka menyerukan untuk mengakhiri aturan lama dari Kolonel Kadhafi.
--------------------- Lanjutannya ----------------------





