Sabtu, 28 September 2013

Motivasi Islami : PERJALANAN MASIH JAUH, CUKUPILAH BEKAL

    


     Semalam kau datang lagi menemuiku,mengenakan kaos biru lengan panjang dan kerudung putih yang biasa kau pakai.Tak seperti biasanya,kau duduk tepat disamping kananku.Perlahan tapi pasti kau mulai bicara,bercerita tentang banyak kesedihan,tentang penyakit yang pernah ada...tentang pengalaman-pengalaman hidup,perasaan hati dan keadaan yang saat ini dirasakan.Jelas sekali murung itu terlihat diwajahmu,nampaknya kau benar-benar sedih.Aku bingung,aku hanya bilang...inilah hidup,semua rasa jadi satu,jika saat ini bahagia,pasti suatu saat akan sedih...dan jika saat ini sedih pasti suatu saat akan bahagia.

Ya,memang benar...kita ini hanyalah manusia,ada saat dimana kita benar-benar merasa dibatas maksimal kita dan tak tau harus bagaimana,tapi janganlah besedih,sesungguhnya DIA akan selalu ada buat kita,DIA lah yang kelak akan menggantikan kesedihan itu semua...
__________
Lalu,suasana menjadi lebih baik setelah kau mendengarkan kata-kataku tadi,semula kau menangis,lalu tidak lagi..Sesekali kau menarik nafas panjang,dan kemudian bersandar ringan dipundakku.
__________
Tepat setelah shalat Isya,kau pamit untuk pulang,dan berpesan padaku..kelak suatu saat kau akan kembali lagi menemuiku,diwaktu yang lain dan dengan cerita yang lain.
__________
Semalam kau datang lagi menemuiku,tak seperti biasanya,hanya senyum kecil yang kulihat,itupun sesaat sebelum kau pergi...Janganlah bersedih,aku akan selalu berdoa semoga kau bahagia di duniamu...
__________
Baru saja aku masuk dan menutup pintu,tiba-tiba terdengar suara salam,pelan dan lembut terdengar dari luar rumah,aku kembali keluar untuk mencari tau siapa yang mengucapkan salam itu...ooo,ternyata dia kembali lagi,dia bilang ingin lebih lama sebentar berada dirumahku,beristirahat sejenak lagi,setelah dirasa cukup kuat barulah dia pergi dan berpamitan...rupanya dia terlalu letih.Senagaja kubuatkan secangkir 'the hangat untuknya,tampak senang dia, dan tak menunggu waktu lama,perlahan dia mulai meminumnya.

Kasihan melihat karena keletihannya,entah mungkin karena penasaran,aku beranikan diri untuk bertanya...dia hanya diam,aku dibuatnya semakin penasaran...dan untuk yang kedua kalinya,aku bertanya lagi tentang keletihannya itu...

“Saya sudah berjalan begitu lama,sudah begitu jauh...tetapi sampai saat ini,jalan yang saya lalui belum tampak juga ujungnya,padahal saya sudah begitu lelah....jalan yang saya lalui sudah begitu jauh,kadang menanjak...kadang curam...lebih sering berkerikil dan berlubang...hanya sesekali kutemui jalan yang bagus,setelahnya berganti lagi...Disana sulit sekali saya temui orang untuk tempat saya bertanya,sampai kapan saya harus berjalan...saya sudah terlalu lelah.”

“Tak jarang saya menjerit ketakutan,dikiri dan kanan jalan beberapa kali saya temui orang yang sudah mati dan mencoba untuk mati (bunuh diri),ada yang sedang dan sudah gantung diri...ada yang mencoba memotong urat nadinya,ada mayat yang tampak hancur dan lidahnya menjulur panjang keluar...”



“Saat mulai berjalan saya tidak memiliki apa-apa,bekalpun saya dapatkan dari pohon-pohon yang sedang berbuah dijalan yang sudah saya lalui,tak semuanya enak dimakan,bahkan tidak baik untuk dimakan,semuanya hampir pernah saya coba,disitulah saya belajar...dan sekarang saya menjadi tau mana buah yang baik dan mana yang tidak,mana yang bisa saya jadikan bekal dan mana yang tidak”

“Saya sudah berjalan begitu lama,sudah begitu jauh...tetapi sampai saat ini,jalan yang saya lalui belum tampak juga ujungnya,padahal saya sudah begitu lelah.Akhirnya saya mendapatkan orang yang saya temui untuk saya bertanya...orang itu bilang,bahwa jalan yang saya lalui ini belum apa-apa...masih jauh sekali ujungnya,dan dia juga bilang kalau saya masih mau terus berusaha dan bersabar berjalan,maka diujung jalan yang saya lalui ini akan saya temukan sekumpulan orang-orang yang sedang berbahagi”

Tak terasa sudah cukup lama dia bercerita,sesaat dia sadar bahwa dia harus segera pamit melanjutkan perjalananya...Aku tau jalannya masih sangat panjang untuk dia tempuh,tetapi dia sangat bersemangat untuk bertemu dengan orang-orang yang sedang berbahagia itu.

Dia pamit,lalu pergi...entah kapan lagi dia akan datang menemuiku,aku tidak tau...tetapi aku yakin dia akan kembali lagi kesini,menemuiku dirumah ini.

Semoga Allah SWT  menganugrahkan kekuatan kepada kita semua agar kita senantiasa tetap Istiqomah dijalan-NYA, cukupilah bekal sebelum kita menghadap kepada-NYA, mati adalah sesuatu yang paling dekat dengan kita, datangnya kematian tidak pernah akan kita tau, dan waktu adalah hal yang sangat jauh dari kita, sedetikpun yang telah berlalu tidak pernah bisa dan tidak akan mampu untuk kita ulang kembali, pertanyaannya adalah bagaiman kita mengisi waktu-waktu yang telah berlalu, apakah dengan ibadah ataukah hanya dengan kesia-siaan...mari terus berbenah diri agar saatnya kelak, kita termasuk kedalam orang-orang yang beruntung..aamiin ya Rabbal alamiin..
Salam,


Ref : http://adikurniadi1985.blogspot.com/2012/06/motivasi-islami-perjalanan-masih-jauh.html

SEDEKAH PEDULI YATIM PIATU DAN DHU'AFA ISTANA YATIM

  • Untuk membiayai operasional "boarding system" Istana Yatim (Asrama Yatim Piatu) kami.
  • Untuk membiayai operasional sekolah para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim
  • Untuk membiayai operasional pendidikan no-regular (bimbel) para santri yatim piatu dan dhu'afa Istana Yatim.
  • Untuk membiayai pengadaan teknologi, baik perangkat keras maupun perangkat lunak.
  • Untuk membiayai penyediaan berbagai fasilitas pendukung.
Untuk informasi lebih lanjut tentang ISTANA YATIM, 
silahkan kunjungi websitenya : www.istanayatim.com
Untuk melihat data santri ISTANA YATIM, 
silahkan klik link berikut : Data Santri Istana Yatim

Rek. Zakat, Infaq & Sedekah : 
BCA : 8800-454-744
BNI : 021-763-7466
MANDIRI : 101-00-0608805-6
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri 


Rek. Wakaf ISTANA Yatim : 
MUAMALAT : 0000-257-859
MANDIRI : 164-00-0017431-0
BCA : 8800-50000-2
a/n : Yayasan Darul Ilmi Al Fikri 

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung ke alfikriindonesia.com
Al-Fikri Indonesia --->> Bersama Umat..Peduli dan Berbagi