MENEBAR BERKAH RAMADHAN

Buka Bersama dan Santunan Untuk 100 Yatim dan Lansia Dhu'afa. Yuk Ikut Berpartisipasi.

PROGRAM KEGIATAN ISTANA YATIM

Program-Program Islami Pada Istana Yatim : Tahajud, Dhuha, TPA, Santunan Yatim, Pendidikan Santri dll.

PROGRAM WAKAF UNTUK PEMBANGUNAN ASRAMA ISTANA YATIM

Raih Keberkahan Dan Pahala Tanpa Putus Melalui Program Wakaf Istana Yatim-Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri.

BERBAGI KEBAHAGIAAN KEPADA SANTRI ISTANA YATIM

Senyum Kebahagiaan di Wajah Para Santri Yatim Piatu dan Dhu'afa ISTANA YATIM Tatkala Hadirnya Kepedulian dari Sesama.

PEDULI YATIM PIATU dan DHU'AFA

Senyum Kebahagiaan di Wajah Para Santri Yatim Piatu dan Dhu'afa ISTANA YATIM Tatkala Hadirnya Kepedulian dari Sesama.

Senin, 17 November 2014

TATA CARA MANDI WAJIB / MANDI JUNUB


Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam kepada Nabi kita Muhammad, keluarga dan sahabatnya serta orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik hingga akhir zaman.

Pada kesempatan kali ini alfikriindonesia.com ingin berbagi informasi/ilmu seputar dunia islami, yaitu tentang Tata Cara Mandi Wajib. Mandi menurut bahasa yaitu mengalirnya air secara mutlak, baik di anggota badan atau lainnya. Sedangkan menurut istilah Syara' ialah mengalirkan air ke seluruh tubuh dengan syarat-syarat tertentu dan disertai niat. 

Dalam islam, ada hal-hal yang menyebabkan kita melaksanakan mandi wajib, yaitu:
  1. Ejakulasi (keluar sperma) dengan cara apapun.
  2. Terhentinya darah haid.
  3. Terhentinya darah nifas
  4. Jima' (berhubungan seksual)
  5. Mati, kecuali mati syahid dunia akhirat. Hal ini menurut pendapat Imam Syafi'i.
  6. Baru masuk islam. Hal ini merupakan salah satu hal yang mewajibkan mandi menurut Madzhab Maliki, Syafi'i dan Hanbali.


Fardhu Mandi Besar / Junub ada 3 yaitu :

1. Niat
Para imam madzab sepakat bahwa niat merupakan rukun mandi. Kecuali Imam Hanafi yang menolak niat sebagai salah satu rukun mandi. Alasannya ialah beliau tidak menganggap niat sebagai syarat sahnya mandi.



NAWAITUL GHUSLA LIRAF'IL HADATSIL AKBARI FARDHAN LILLAAHI TA'AALAA.
Artinya: "Aku berniat mandi besar untuk menghilangkan hadats besar fardhu karena Allah Taala."


2. Meratakan air ke seluruh badan.
Para Imam madzhab empat sepakat tentang hal ini, dan tidak ada aturan khusus dalam aplikasinya.
Dalam hal ini Imam Hanafi menambahkan agar berkumur-kumur dan menghirup air ke hidung lalu dihembuskan kembali terlebih dahulu.

3. Menghilangkan Najis jika ada yang menempel pada tubuh.

Sunnah-sunnah Mandi:

Menurut Imam Hanafi: Sunnah memulai dengan menyiramkan air dari kepala, anggota badan sebelah kanan, kemudian anggota badan sebelah kiri.

Menurut Imam Syafi'i dan Imam Maliki: Sunnah memulai siraman dari bagian atas tubuh selain farji (kemaluan). Untuk farji disunahkan agar membersihkannya lebih dahulu daripada semua anggota badan yang lain.

Menurut Imam Hanbali: Disunahkan mendahulukan anggota badan yang kanan.

Tata Cara Mandi Yang Sempurna.

Dari ‘Aisyah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa jika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mandi junub, beliau memulainya dengan mencuci kedua telapak tangannya. Kemudian beliau berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Lalu beliau memasukkan jari-jarinya ke dalam air, lalu menggosokkannya ke kulit kepalanya, kemudian menyiramkan air ke atas kepalanya dengan cidukan kedua telapak tangannya sebanyak tiga kali, kemudian beliau mengalirkan air ke seluruh kulitnya.” (HR. Bukhari no. 248 dan Muslim no. 316)

Dari Ibnu ‘Abbas berkata bahwa Maimunah mengatakan, “Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no. 265 dan Muslim no. 317)

Dari dua hadits di atas, kita dapat merinci tata cara mandi yang disunnahkan sebagai berikut :

Pertama.
Mencuci tangan terlebih dahulu sebanyak tiga kali sebelum tangan tersebut dimasukkan dalam bejana atau sebelum mandi.

Ibnu Hajar Al Asqolani rahimahullah mengatakan, “Boleh jadi tujuan untuk mencuci tangan terlebih dahulu di sini adalah untuk membersihkan tangan dari kotoran … Juga boleh jadi tujuannya adalah karena mandi tersebut dilakukan setelah bangun tidur.”

Kedua.
Membersihkan kemaluan dan kotoran yang ada dengan tangan kiri.

Ketiga.
Mencuci tangan setelah membersihkan kemaluan dengan menggosokkan ke tanah atau dengan menggunakan sabun.

An Nawawi rahimahullah mengatakan, “Disunnahkan bagi orang yang beristinja’ (membersihkan kotoran) dengan air, ketika selesai, hendaklah ia mencuci tangannya dengan debu atau semacam sabun, atau hendaklah ia menggosokkan tangannya ke tanah atau tembok untuk menghilangkan kotoran yang ada.”

Keempat.
Berwudhu dengan wudhu yang sempurna seperti ketika hendak shalat.
Asy Syaukani rahimahullah mengatakan, “Adapun mendahulukan mencuci anggota wudhu ketika mandi itu tidaklah wajib. Cukup dengan seseorang mengguyur badan ke seluruh badan tanpa didahului dengan berwudhu, maka itu sudah disebut mandi (al ghuslu)."

Untuk kaki ketika berwudhu, kapankah dicuci?
Jika kita melihat dari hadits Maimunah di atas, dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau membasuh anggota wudhunya dulu sampai membasuh kepala, lalu mengguyur air ke seluruh tubuh, sedangkan kaki dicuci terakhir. Namun hadits ‘Aisyah menerangkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berwudhu secara sempurna (sampai mencuci kaki), setelah itu beliau mengguyur air ke seluruh tubuh.

Dari dua hadits tersebut, para ulama akhirnya berselisih pendapat kapankah kaki itu dicuci. Yang tepat tentang masalah ini, dua cara yang disebut dalam hadits ‘Aisyah dan Maimunah bisa sama-sama digunakan. Yaitu kita bisa saja mandi dengan berwudhu secara sempurna terlebih dahulu, setelah itu kita mengguyur air ke seluruh tubuh, sebagaimana disebutkan dalam riwayat ‘Aisyah. Atau boleh jadi kita gunakan cara mandi dengan mulai berkumur-kumur, memasukkan air dalam hidup, mencuci wajah, mencuci kedua tangan, mencuci kepala, lalu mengguyur air ke seluruh tubuh, kemudian kaki dicuci terakhir.

Syaikh Abu Malik hafizhohullah mengatakan, “Tata cara mandi (apakah dengan cara yang disebut dalam hadits ‘Aisyah dan Maimunah) itu sama-sama boleh digunakan, dalam masalah ini ada kelapangan.”

Kelima.
Mengguyur air pada kepala sebanyak tiga kali hingga sampai ke pangkal rambut.

Keenam.
Memulai mencuci kepala bagian kanan, lalu kepala bagian kiri.

Ketujuh.
Menyela-nyela rambut.
Dalam hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha disebutkan,
“Jika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mandi junub, beliau mencuci tangannya dan berwudhu sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian beliau mandi dengan menggosok-gosokkan tangannya ke rambut kepalanya hingga bila telah yakin merata mengenai dasar kulit kepalanya, beliau mengguyurkan air ke atasnya tiga kali. Lalu beliau membasuh badan lainnya.” (HR. Bukhari no. 272)

Juga ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengatakan,
“Jika salah seorang dari kami mengalami junub, maka ia mengambil air dengan kedua tangannya dan disiramkan ke atas kepala, lalu mengambil air dengan tangannya dan disiramkan ke bagian tubuh sebelah kanan, lalu kembali mengambil air dengan tangannya yang lain dan menyiramkannya ke bagian tubuh sebelah kiri.” (HR. Bukhari no. 277)

Kedelapan.
Mengguyur air pada seluruh badan dimulai dari sisi yang kanan setelah itu yang kiri.
Dalilnya adalah hadits ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa mendahulukan yang kanan ketika memakai sendal, ketika bersisir, ketika bersuci dan dalam setiap perkara (yang baik-baik).”  (HR. Bukhari no. 168 dan Muslim no. 268)

Mengguyur air ke seluruh tubuh di sini cukup sekali saja sebagaimana zhohir (tekstual) hadits yang membicarakan tentang mandi. Inilah salah satu pendapat dari madzhab Imam Ahmad dan dipilih oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah.

MANDI SUNAT

Selain mandi wajib, ada beberapa mandi yang disunatkan, yaitu:
  1. Mandi ketika hendak Sholat Jumat.
  2. Mandi ketika hendak Sholat Idul Fitri.
  3. Mandi ketika hendak Sholat Idul Adha.
  4. Mandi setelah sembuh dari penyakit gila.
  5. Mandi ketika hendak melaksanakan ihram haji atau umrah.
  6. Mandi setelah memandikan mayat.
  7. Mandi seorang kafir setelah masuk islam.

Larangan bagi orang yang mempunyai Hadast Besar:

A. Larangan bagi orang yang sedang Junub:
  1. Mendirikan Sholat, baik shalat wajib / sunat.
  2. Mengerjakan Thawaf (Thawaf rukun haji / sunat).
  3. Menyentuh / membawa Al-quran.
  4. Berhenti lama (berdiam di masjid) / Itikaf.

B. Larangan bagi orang yang sedang Haid / Nifas:
  1. Semua larangan point2 diatas.
  2. Di cerai (ditalak)
  3. Berpuasa (wajib / sunat)
  4. Bersetubuh
  5. Bersenang - senang antara pusar perut dan lutut.
  6. Menyeberangi mesjid jika khawatir mengotorinya dengan darah.
Semoga Bermanfaat..

Sumber :
http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/tata-cara-mandi-wajib.html
http://solafussholeh.blogspot.com/2013/06/cara-mandi-wajib-lengkap-dengan-doa-dan.html
http://bloginfo.heck.in/mandi-wajib-dasar-hukum-syarat-rukun-dan.xhtml

LAPORAN KEGIATAN : MENERUSKAN SISA DANA SANTUNAN 10 MUHARRAM 1436 H ( LEBARAN YATIM )

Ust.Riski Ariyanto Di Salah Satu Lokasi Penyebaran Terusan Santunan-1
Assalamu'alaikum Wr. Wb

Sahabat Istana Yatim - Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri, pada posting artikel sebelumnya telah kami informasikan mengenai Laporan Kegiatan Amal Lebaran Yatim ,yaitu berbagi "Bingkisan Istimewa Di Hari Istimewa" untuk Yatim dan Dhu'afa. Dimana pada artikel tsb salah satu yang di jelaskan adalah tentang adanya kelebihan ( sisa ) dana pasca Kegiatan Amal selesai dilaksanakan, dan berikut kami kembali sajikan :


" Target yang kami usung adalah pemberian santunan untuk 100 Yatim dan Dhu'afa yang masing akan menerima Rp.150.000,- yang terdiri dari 2 Paket Santunan, yaitu Rp.100.000,- berupa uang tunai dan Rp.50.000,- berupa paket makanan / snack. Sampai dengan menjelang Acara, donasi yang berhasil kami himpun Rp.12.283.500,-, dan ini masih kurang dari target panitia pelaksana, yaitu sebesar Rp.19.100.000. Atas hal tsb akhirnya kami menyesuaikan besarnya santunan dan banyaknya yatim dan dhu'afa yang di santuni dengan rincian sbb :
  1.  Total donasi terhimpun Rp.12.033.500,-
  2. Banyaknya Yatim dan Dhu'afa yang di santuni 70 orang
  3. Masing-masing mendapat santunan Rp.100.000,- ( Rp.70.000 berupa uang tunai dan Rp.30.000,- berupa paket makanan/snack)
Penggunaan Donasi:
  1. Santunan 70 Yatim dan Dhu'afa (@Rp.100.000) = Rp.7.000.000,-
  2. Tenda dan Sound System = Rp.1.000.000,-
  3. Makan santri = Rp.450.000,-
  4. Kue Box = Rp.430.000,-
  5. Alat Peraga Kegiatan (Banner) = Rp.350.000,-
  6. Keseluruhan Pengisi Acara = Rp.1.420.000,-
  7. Konsumsi Crew Sound System = Rp.22.000,-
Total Pengeluaran = Rp. 10.672.000,-
Selisih = Rp.12.033.500 - Rp.10.672.000,-
Selisih = Rp.1.361.500,-

Selisih Plus tsb nantinya akan kami salurkan kembali untuk Yatim dan Dhu'afa lainnya. Jika melihat nilai selisih plus tsb, maka kurang lebih akan ada 13 yatim dan dhu'afa yang akan menerima santunan terusan tsb."

Alhamdulillah sisa dana yang lebih tsb sudah kami salurkan/berikan kepada Yatim dan Dhu'afa lainnya yang berhak menerimanya. Masing-masing mendapatkan uang tunai Rp.100.000,-. 

Sisa Dana Rp.1.361.500,-
Santunan Terusan Rp.1.300.000,-
Sisa Dana Saat ini Rp.61.500,-

Sisa dana terakhir dari Kegiatan Amal ini berarti Rp.61.500,- dan dana tsb kami masukan kedalam Rekening Mu'amalat yayasan yang nantinya akan digunakan untuk berbagai keperluan operasional yayasan.

Demikian Laporan Kegiatan ini kami sajikan, semoga segala amal baik Sahabat Istana Yatim selama ini mendapatkan ganjaran kebaikan dan keberkahan yang berlipat ganda..aamiin

Wassalamu'alaikum Wr Wb.
Istana Yatim.



Minggu, 16 November 2014

RIHLAH SANTRI ISTANA YATIM - BERBAGI CERIA PADA MOMENT MUHARRAM 1436 H


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puja puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan kasih sayangnya kepada kita semua. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah dan terlimpah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan kepada para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman kelak.

Alhamdulillah setelah sehari sebelumnya di Istana Yatim - Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri (Cirendeu) usai dilaksanakan Kegiatan Amal yang bertema "Bingkisan Istimewa di Hari Istimewa" dengan memberikan santunan kepada Yatim dan Dhu'afa dalam mengisi moment 10 Muharram 1436 H (Baca : Lebaran Yatim ) kali ini dengan semangat yang sama, yaitu memberikan keceriaan bagi santri-santri Istana Yatim, kegiatan berlanjut pada Islah (wisata) yang berlokasi di Cisarua - Bogor, tepatnya di Villa Bina Qalbu dan Taman Matahari selama 2 hari 1 malam, 8 dan 9 November 2014.


Tampak antusias dan keceriaan terpancar jelas di raut wajah para santri, maklum karena liburan menginap seperti ini biasa mereka dapatkan hanya setahun sekali. Pada hari pertama kegiatan Islah terkonsentrasi di Villa Bina Qalbu, milik salah satu Sahabat Istana Yatim dan pada hari ke-2 nya, kegiatan terkonsentrasi di taman wisata Taman Matahari yang di lokasi tsb para santri di bahagiakan dengan kegiatan Fun Games nya. 


Para santri di bagi menjadi beberapa kelompok yang di dampingi oleh 1 mentor, hal ini bertujuan untuk membentuk semangat kerjasama antar kelompok. Para santri juga di ajarkan tentang arti percaya diri, disana meraka di arahkan untuk bisa membuat yel-yel sendiri dan di tampilkan di depan kelompok-kelompok lainnya. Tak ketinggalan di sela-sela padatnya aktifitas mereka, tak lupa selepas sholat mereka senantiasa mendo'akan para donaturnya yang selama ini telah banyak membantu, sehingga paling tidak mereka tercukupi makan dan pendidikannya, tempat tinggalnya dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Juga pastinya do'a untuk mereka sendiri, untuk orang tuanya yang masih ada dan yang sudah pergi terlebih dahulu dan untuk yayasan tercinta, Istana Yatim - Yayasan Darul 'Ilmi Al-Fikri.

Wujudkan Rumah Asrama Untuk Mereka
salah 1 hal yang masih menjadi mimpi bagi mereka, yaitu segera bisa punya rumah asrama sendiri untuk mereka bisa tinggal, tumbuh dan belajar disana. Semoga mimpi kami ini segera Allah kabulkan..aamiin.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
Kel.Besar Istana Yatim

Dokumentasi :










































Sabtu, 08 November 2014

LAPORAN KEGIATAN : SANTUNAN LEBARAN YATIM - 10 MUHARRAM 1436 H



Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Puja puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas segala limpahan kasih sayangnya kepada kita semua. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah dan terlimpah kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya dan kepada para pengikutnya yang setia hingga akhir zaman kelak.

Alhamdulillah, rangkaian acara Kegiatan Amal Istana Yatim dalam mengisi hari 10 Muharram 1436 H yang sering kita kenal dengan Lebaran Yatim telah selesai dengan lancar dilaksanakan pada hari Jum'at, 07 November 2014 yang pelaksanaannya bertempat di Asrama Istana Yatim - Cirendeu. Kegiatan Amal yang bertema "Bingkisan Istimewa di Hari Istimewa" ini terlaksana dengan baik tentunya atas izin Allah SWT dan juga peran serta masyarakat sekitar yayasan dan para donatur yang telah berpartisipasi memberikan bantuan donasinya. Kami berharap atas kebaikan-kebaikan semuanya dalam hal ini semoga Allah SWT membalasnya dengan lebih banyak lagi kebaikan-kebaikan. Untuk para Donatur semoga Allah SWT lancarkan usahanya, Allah SWT kabulkan hajatnya untuk segera bisa menikah, untuk segera punya momongan, untuk segera bisa sembuh dari sakitnya, untuk segera mendapatkan pekerjaan yang lebih baik lagi dan segera Allah SWT angkat derajatnya kepada derajat yang lebih mulia lagi..aamiin..aamiin Allahumma aamiin.

Adapun rangkaian acara Kegiatan Amal tsb adalah sebagai berikut :
  1. Pembukaan
  2. Pembacaan Kalam Illahi oleh Ananda Santriwan Istana Yatim Topik dan Ananda Nabil
  3. Sambutan oleh Ketua Pelaksana Kegiatan, Ust.Riski Ariyanto
  4. Penampilan Santriwan dan Santriwati Istana Yatim ( Kesenian Tari & Hadroh)
  5. Mauidhoh Hasanah dan Do'a Bersama oleh Ust.Syamsul
  6. Santunan Untuk Para Santri


Target yang kami usung adalah pemberian santunan untuk 100 Yatim dan Dhu'afa yang masing akan menerima Rp.150.000,- yang terdiri dari 2 Paket Santunan, yaitu Rp.100.000,- berupa uang tunai dan Rp.50.000,- berupa paket makanan / snack. Sampai dengan menjelang Acara, donasi yang berhasil kami himpun Rp.12.283.500,-, dan ini masih kurang dari target panitia pelaksana, yaitu sebesar Rp.19.100.000. Atas hal tsb akhirnya kami menyesuaikan besarnya santunan dan banyaknya yatim dan dhu'afa yang di santuni dengan rincian sbb :
  1.  Total donasi terhimpun Rp.12.033.500,-
  2. Banyaknya Yatim dan Dhu'afa yang di santuni 70 orang
  3. Masing-masing mendapat santunan Rp.100.000,- ( Rp.70.000 berupa uang tunai dan Rp.30.000,- berupa paket makanan/snack)
Penggunaan Donasi:
  1. Santunan 70 Yatim dan Dhu'afa (@Rp.100.000) = Rp.7.000.000,-
  2. Tenda dan Sound System = Rp.1.000.000,-
  3. Makan santri = Rp.450.000,-
  4. Kue Box = Rp.430.000,-
  5. Alat Peraga Kegiatan (Banner) = Rp.350.000,-
  6. Keseluruhan Pengisi Acara = Rp.1.420.000,-
  7. Konsumsi Crew Sound System = Rp.22.000,-
Total Pengeluaran = Rp. 10.672.000,-

Selisih = Rp.12.033.500 - Rp.10.672.000,-
Selisih = Rp.1.361.500,-

Selisih Plus tsb nantinya akan kami salurkan kembali untuk Yatim dan Dhu'afa lainnya. Jika melihat nilai selisih plus tsb, maka kurang lebih akan ada 13 yatim dan dhu'afa yang akan menerima santunan terusan tsb.

Tak lupa kami juga panjatkan do'a dan rasa syukur kami. Semoga di tahun baru ini Allah segera kabulkan hajat kami untuk memiliki Rumah Asrama sendiri yang nantinya akan di tempati oleh santri-santri Istana Yatim sebagai tempat berteduh, tempat belajar dan tempat mengaji bagi mereka . Kami para pengurus dan mereka para santri yang kebanyakan dari luar daerah ( Tasikmalaya, Padang, Tegal ) sudah lama bermimpi untuk memiliki Rumah Asrama sendiri. Semoga Allah SWT segera mengabulkan hajat kami..aamiin.

Demikian rangkuman Kegiatan Amal Istana Yatim - 10 Muharram 1436 H sebagai bentuk pertanggung jawaban kami selaku pelaksana dan panitia kegiatan. Lebih kurangnya kami mohon ma'af yang sebesar-besarnya.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Salam,
Panitia Pelaksana.

Dokumentasi :