Selasa, 21 Maret 2017

Menganang Ibu (Puisi Untuk Ibu)


Ibu,
Aku iri pada mereka,
mereka yang setiap hari menerima omelan kasih sayang dari seorang ibu.

Aku iri pada mereka,
Mereka yang sering kudapati tenga disuapi manja oleh seorang ibu.

Aku iri pada mereka,
Mereka yang setiap malam ditemani tidurnya dengan suara-suara merdu dari seorang Ibu.

Aku iri pada mereka,
Mereka yang setiap paginya dibangunkan dan digendong untuk dimadikan dengan tangan lembut seorang Ibu.

Ibu, kemanakah aku mencari kehangatan dan kelembutan tangan mu yang dulu, sedangkan untuk berdiri dan menyapaku saja Engkau sudah tak kuasa.

Saat KERINDUAN ini sudah memuncak, yang bisa kulakukan hanyalah memandangi wajahmu dalam bingkai biru dikamar ini, 
dan sesekali kudatangi pusaramu hanya untuk meluapkan emosi sedihkan yang kutuangkan dalam do'a dan tangisku.

Belum puas rasanya aku ditimang olehmu, belum puas rasanya aku tidur dibawah ketiakmu.

Engkau telah pergi untuk selamanya, disaat perjuanganmu belum sempat aku balaskan.

Engkau telah pergi untuk selamanya, menyisakan rindu mendalam yang tak terbayarkan.

Atas segala curahan yang telah Engkau berikan untuk kami para anakmu, aku ingin sampaikan rasa terimakasih kami yang tak berujung, kami persembahkan untuk wahai Ibu.

Dari kami,
Anak-anak yang teramat rindu akan hangatnya kebersamaan bersama seorang ibu.

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung ke alfikriindonesia.com
Al-Fikri Indonesia --->> Bersama Umat..Peduli dan Berbagi